Batas yang mulai memudar

Arus itu mulai kehilangan kendali, setiap apa yang ada di hadapannya akan di lahap tanpa pernah tanggung-tanggung, termasuk kita yang masih berusaha untuk melindungi diri dengan segala kebudayaan yang kita miliki… tapi apakah benar kita telah berusaha? ataukah kita hanya sekedar sedang main-main dengan kehidupan ini… kehidupan yang mana masyarakat sangat membutuhkan kita, namun pada akhirnya kita dengan sengaja menghancurkan masyarakat yang sedang membutuhkan kita…
Gelak tawa hegemoni bukan main telah memaksa kita untuk larut mendengarkannya bernyanyi dan kitapun ikut bernyanyi dalam nyanyian (kelam) yang akan menghantarkan kita pada liang lahat kita sendiri… namun kita cenderung untuk menolak menyadarinya, lalu tetap saja terus hanyut dalam melodi-melodi itu… sesak tiada tara!!! kesadaran hampir memunah.
Globalisasi, modernisasi, bahkan yang kita sebut sebagai budaya populer sebenarnya tidak benar-benar nyata sampai kita membuat mereka nyata di depan kita… mereka adalah mitos-mitos transendental yang kita ciptakan,, taka ada lagi cara untuk memanusiakan manusia… fatalis.
Ada begitu banyak cara untuk mengemudikan diri dalam perahu yang sedang kita kayuh, melewati ombak besar yang akan setiap saat dapat menghantam dari segala penjuru…
Sekedar catatan kecil, kita sedang berperang.. entah melawan apa (siapa), penjelmaannya dapat dengan cepat berubah-ubah tergantung kita pada posisi bagaimana… malahan mungkin saja perang yang sesungguhnya adalah perang melawan diri sendiri yang kita tidak duga, bahwa “self” adalah musuh yang paling nyata bagi diri kita sendiri… bersedia untuk setiap saat merefleksikan diri karena ruang untuk refleksi diri sangat tidak terbatas…
Dalam beragam budaya, kita terlalu sulit untuk mencari identitas kediriannya kita.. atau katakanlah kita malah terjebak dalam lingkaran non-identitas nyata, benarkah demikian? pertanyaan itu akan terjawab ketika hari-hari yang kita rindukan telah lenyap entah kemana! dan ketika kita berusaha untuk mencarinya, perlahan-lahan malah akan menarik kita dan hilang bersamanya…
Cepatlah sadar atau disadarkan sebelum sadar itu dilarang.
Batas itu mulai memudar… antara hitam dan putih menjadi abu-abu, antara atas dan bawah menjadi menggantung, antara baik dan buruk menjadi maklum, antara indah dan jelek menjadi unik… dan antara aku dan kamu menjadi-jadi….

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s