Bidadari Kecil

Aku menatap dari kejauhan, dari balik keramaian taman,
ketika dia sedang serius bercengkrama dengan kawanan burung merpati,
dan beberapa butir gandum yang dia lemparkan ke arah merpati-merpati itu,
lewat jemari tangannya yang mungil.

Begitu polos dan bersahaja,
seperti kertas putih yang belum terbubuhi noda tinta,
tinta kemunafikan dan kecurangan,
yang akan (mungkin) dia hadapi esok…

Tawanya yang begitu riang,
mengalahkan angkuhnya dunia ini,
mengalahkan kesombongan mentari,
dan kecongkakan senja!!

Dia tak peduli orang-orang di sekelilingnya,
yang dia tahu, dia sedang berbahagia..
dan aku pun terbawa dalam kebahagiaannya,
…sangat bahagia… biarkan saja begitu..
tetap begitu..

Aku sampai cemburu di buatnya…

Lalu ku coba untuk mendekat,
berharap ikut menemaninya bermain,
tapi aku tiba-tiba terbangun…
sebelum berhasil mendekatinya…

(Versi aslix ku tulis dalam bentuk lagu ketika sedang berlibur di Malino)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s