Hari ini milik kita…

Kemarin, aku lupa memakai kemeja lengan panjang yang kau berikan,
kemeja itu kau beli di pasar rombengan daya’…
ketika pulang, aku menangis tersedu-sedu, terus menyesalinya…
Dua hari yang lalu, aku tidak sempat mengingatkanmu untuk pergi membeli buku,
kau membutuhkan buku itu untuk referensi makalah akhirmu…
ketika ku ingat, badanku tersiksa untuk menyesalinya…

Kadangkala kita terlanjur lupa untuk saling mengingatkan,
dan ketika kita kembali mengingatnya,
rasanya kita tak sanggup untuk menerimanya,
bahwa kelalaian ini kembali terjadi lagi.

Satu-satunya dengan bangga kita tak mau mengingatnya adalah,
sudah berapa lama kita bersama saudaraku… (?)
layaknya dua buah tiang pemancang langit yang dengan congkaknya menantang dunia!!
dunia yang turut membesarkan kedewasaan dan persahabatan kita.

Namun ketika telah banyak yang terjadi,
aku mulai sadar sesadar-sadarnya,
kita tidak akan mampu seperti ini selamanya,
bahwa memang tak ada sesuatu yang akan mampu bertahan selamanya,

…begitu pula “kita”.

Padahal masih banyak yang ingin kita lakukan…
padahal masih bertumpuk cita-cita yang kita impikan…
padahal umur kita masih terlampau muda…
untuk mengakhiri kebahagian ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s