Lelaki dan Senja

Hari-hari itu semakin menjauh,
terbawa angin yang masih melabuh,
di bibir pantai ia rebahkan sebuah kerinduan,
dan sepucuk janji pada kekasih saat sendja memudar.

Ia harus merelakan perginya,
meskipun ia masih ingin memilikinya,
namun ketentuan senja berkata lain,
sang kekasih takkan menjawab rindunya.

Sekejap waktu terus mengalir,
betapa berharganya pun sedetik,
seolah surga tak lagi berada dikemudian dunia,
tapi disini, di tengah dermaga romansa.

Lelaki itu hanya mampu terus berjanji,
untuk sedapatnya membawa kembali,
di hari kala terakhir ia melihatnya,
sebelum perempuannya hilang bersama senja…

This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s