LIRIH

Seperti saat lalu,
ketika asa semakin lirih,
dingin ikut-ikutan memilu,
tergeletak tak terperih.

Ujung nafas yang kesakitan,
kutarik lagi!
meski tadi sempat terbuang,
aku takut tak kembali.

Biar penat tak mengikuti,
aku ingin tetap bernyanyi,
melodi sendu biar pula,
daripada harus ternganga.

Telah nyata terungkapkan,
namun ku tepis berkali-kali,
mudah-mudahan tak bosan-bosan,
senyuman itu mengalir.

Kadangkala ada air mata,
hari ini tidak akan!!!
walau telah lama meronta,
dan mencoba membutakan.

Kekasihku,
aku cukup sadar setengah mati,
kita akan berlalu,
semoga sampai nanti.

(Terinspirasi oleh lagu Ari Lasso yang berjudul “LIRIH”)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s