Senyuman itu…

Aku mengerti bahwa senyum itu tak lagi sempurna,
seperti kala pertama kau tersenyum padaku,
keindahannya merona dan tak satupun mampu mengalahkannya,
senyummu selalu tampak menawan bagiku,
kini berbeda…

Yang tak ku mengerti adalah mengapa senyum itu kau lemparkan,
padahal aku tak memintanya seandainya ku tahu,
bagai sebilah pisau yang menikam dadaku berulang-ulang,
lalu aku tergeletak berdarah tak bernyawa,
kemudian kau menari kegirangan sambil tertawa pulas!

Kau benar-benar bahagia di atas senyuman itu,
dan tak ada yang mampu ku lakukan untuk menghentikannya,
bahkan terlalu manisnya pesonamu hingga akupun tetap tersenyum dihati,
sampai pada akhirnya kau berkata : “aku ingin mengakhirinya…”,
itu saja.

…aku bersumpah akan membunuh senyuman itu!!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s