Wajah, Toko dan Hak

WAJAH
Ku sandarkan tubuhku di dinding pintu setelah beberapa jam berdiri menunggumu datang,
aku tak sabar melihatmu datang kearahku dengan senyum simpul menawan …

Kau berjanji tiba hari ini dan memberiku topeng yang kau belikan dari pasar kemunafikan…

Aku akan memakainya ketika menghadiri acara ulang tahun saudaramu minggu depan,
sekali lagi kau memintaku menghadapi duniamu dengan wajah yang lain…

TOKO
Setelah beberapa lama berputar-putar di sekitar perempatan jalan somba opu,
laju motor bututku terhenti tepat di sebuah toko kecil yang bernuansa retroklasik,
“sepertinya ini toko yang ingin kutuju!” kataku dalam hati.

Diatas dinding pintu toko itu menempel permanen sebuah papan nama kayu bertuliskan;
“TOKO BAHAGIA” Jual alat2 kebahagiaan, dari imitasi sampai yang orisinil.

HAK
Kau tidak berhak lagi bertanya,
bagaimana kabarku dan sedang apa aku sekarang!
Relakan saja kematianku.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s