Yang tak kusadari

Hembusan nyala angin tak lagi kering,
hingga kulit luarku mengelupas-kelupas,
dan tenggorokanku harus terbiasa menelan liurku sendiri,
agar dahaga sedikit terpenuhi…

Aku telah sampai pada penjajakan panjang,
meskipun waktu terkadang menertawaiku,
kadang sesekali melempar senyum simpul kecut,
yang dia tujukan bagi pengecut,
harusnya bukan aku…

Sepertinya, aku telah menemukannya..
Tanpa tersesat!

Yang jelas, kurasa belum begitu terlambat untuk memulainya lagi..

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s