MENANGIS

Perih, sesak, tak berdaya,
menahan luka yang masih membekas,
menuruti kemauan raga,
dan senyap kini tak terlihat…

Aku, kamu, dia, dan semua,
hanya tinggal menunggu waktu,
untuk tiba dan menyergapmu,
merasakan betapa tidak terperinya…

Terhenyak pula memandangnya sekejap,
setitik demi setitik namun pasti,
melangkahkan kaki yang semula hanya diam,
menutup diri….

Meraung…
terus meraung…
melemparkan keluar emosi jiwa,
agar orang-orang tahu.

aku menangis….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s