Cinta yang terbunuh

Kau akan membuatku terbunuh,
jika tak cepat kau padamkan rindu berat di pelupuk hatiku.
Kau pasti akan membunuhku,
jika kau korbankan dirimu demi keangkuhan yang merajaimu.
karena kau adalah pembunuh yang terbunuh!

Harusnya aku bisa mengenalimu lebih awal,
bukan ketika aku hampir sampai pada ujung kematianku,
namun aku bersyukur masih sempat menghindarinya,
menemui kesempatan menapaki titian-titian warna pelangi,
yang mungkin tak ku dapat lagi di lain waktu,
jika aku benar-benar terbunuh.

Kala itu…
pada malam kematian bintang,
sebelum dia sempat berbicara padamu,
tentang kepergianku yang misterius,
tentang surat yang ku tulis untukmu,
dan tentang cinta yang ingin kukabarkan pada segala yang tak jelas berkata.

This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s