Seperti kataku; mengakhiri lebih sulit daripada memulainya.

Seperti kataku… aku harus mengakhirinya,
sebab tak sanggup lagi aku harus meneruskan perjalanan ini,
kakiku terseok-seok menapaki satu persatu jalan kerikil yang tajam dan penuh lumpur,
belum lagi tak seorang pun mau menggopohku ketika kuterjatuh nanti.

Seperti kataku… kemarin dulu,
jiwa-jiwa ini akan hilang di terkam kesombongan nan angkuh,
jika tak segera aku menjauh dari ketersesatan waktu,
padahal seringkali waktu menafkahiku siang dan malam.

Seperti kataku… tak lama sebelum hari ini,
ketika belajar dari pengalaman dunia yang di pijak menjadi lebih sulit,
dan pertanda zaman sudah tak mampu lagi di tafsirkan olehku,
aku akan terlempar dari cahaya yang membersihkan kotoran-kotoranku.

Seperti kataku… hari ini dan hari-hari yang lain,
aku dan kamu tak pernah puas menikmati diri sendiri,
karena kita tak pernah memahaminya secara serius,
akhirnya, mengakhiri lebih sulit daripada memulainya.

This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s