Apakah engkau bersedia memaafkanku??

Kau berkata benar tentang dirinya,
tentang semua kemunafikan yang dia punya,
tentang kebohongan-kebohongan kecil yang dilakukannya,
yang tentu saja perlahan akan merusakku.

Maaf aku tak mendengarmu waktu itu,
jika kau ingin mengatakan sesuatu tentangnya,
tentang kelicikan-kelicikan yang melekat padanya,
semua hal negatif tentang dirinya.

Maafkan pula atas sikap sentimentilku,
ketika aku terus memintamu melupakan cerita itu,
dan melarangmu mencacinya dengan kata-kata kotor,
yang ku anggap tak masuk akal sama sekali.

Apakah engkau bersedia memaafkanku??

This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s