BULAN

“Bulan penuh!!”
Seringkali kau berteriak begitu kegirangan ketika memandangnya, beruntung saja telingaku yang sudah mulai tua masih jelas mendengarnya… kau menyukainya, bulan penuh itu… entah kenapa, aku masih berfikir, tak pernah kau mengatakan alasannya padaku, bahkan meskipun aku menanyakannya…

Satu-satunya dugaanku saat ini adalah karena kau berharap kita berdua dapat menjelma menjadi seekor kelelawar (seperti di dongeng-dongeng rakyat) jika terkena cahayanya, agar kita tak usah lelah lagi di hardik oleh orang-orang dengan sebutan “manusia kelelawar!!” ketika kedapatan pulang pagi…

Sebetulnya, aku lebih berharap kita berubah menjadi bintang-bintang gemerlap yang menemani bulan bercahaya, agar kita tak hanya mengaguminya dari kejauhan, tapi ikut serta membantunya menghiasi malam-malam dengan cahaya kerlap-kerlip mempesona semesta kala itu, dalam waktu yang cukup lama…

Tapi…
Aku tiba-tiba tersadar ketika kau pun menyukai bulan setengah, bulan sabit dan bulan-bulan yang lain, sehingga aku terkadang berfikir, bahwa mungkinkah dikehidupan yang lalu, kau adalah seorang putri bulan…(?) jika begitu, pertanyaannya adalah, mengapa engkau (di) turun (kan) ke bumi??

This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s