Satu tempat di suatu tempat

Satu tempat yang kau kosongkan,
tak lagi terisi…
harusnya tak seperti itu,
memang tak boleh begitu…
meskipun bukan hakku untuk melarangmu…

Satu tempat itu pernah terisi,
sekian lama…
cukup membawamu bertualang ke nirwana,
sampai kau sendiri tak pernah sadar,
bahwa suatu hari nanti akan kembali kosong,
jika telah cukup waktunya kau untuk ku singgahi…

This entry was posted in curhat, puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s