Seputar perkaderan HUMAN FISIP Unhas

SALAM KEKERABATAN!!!

Tetek bengek perkaderan selalu mengundang segudang wacana dan fenomena menarik. Betapa tidak, terdapat berbagai macam model keharuan yang berbeda disana. Apakah tentang kesedihan, tentang air mata, tentang pengorbanan, tentang pengkhianatan, tentang kekonyolan, bahkan tentang sebuah cinta. Namun tak jarang pula tentang konflik yang ketika dibiarkan akan berlangsung panjang tanpa akhir. Entah apakah antar pengurus, antar panitia, antara panitia-pengurus, antara panitia-senior, antara pengurus-senior, bisa jadi antar senior! malahan tak jarang pula antar mahasiswa baru yang tak segan-segan mengimbas pada jalannya proses perkaderan yang tak normal. Menarik bukan??

Sebelum lebih jauh membahas tentang perkaderan, ada baiknya kita memahami maksud dari kader dan perkaderan sehingga kita memiliki batasan pemahaman mengenai hal tersebut. Kader menurut As Hornby ( dalam kamusnya Oxford Advanced Learner’s Dictionary) dikatakan “ Cadre is a small group of people who are specially chosen and trained for a particular purpose, atau cadre is member of kind of group ; they were became the cadre of news community party” dan juga menurut kamus Webster super new School and Office Dictionary dikatakan bahwa, “Cadre is a small unit or group around which a larger organization can be formed, as of military personnel or a frame work ; skeleton”.

Dapat diartikan, kader adalah sekelompok orang yang dilatih dan dididik secara terorganisir dan berkesinambungan untuk melakukan dan melanjutkan perjuangan agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Berdasarkan definisi ini, maka kader merupakan suatu komunitas yang terikat dalam organisasi, menjalankan mekanisme organisasi dan mempunyai tujuan organisasi. Syarat pertama dari seorang kader adalah adanya suatu ikatan organisasi dengan individu-individu yang ada di organisasi. Kedua, kader dilatih dan dididik dengan bekal-bekal yang dapat mewujudkan dan melanjutkan perjuangan kelembagaan. Ketiga, kader haruslah terorganisir atau merupakan bagian yang ada dalam sistem organisasi. Keempat, kader merupakan suatu komunitas yang siap melaksanakan dan meneruskan aktivitas-aktivitas organisasi dalam mencapai tujuannya.

Pengertian perkaderan adalah suatu daya upaya organisasi yang dilakukan secara sadar dan sistematis untuk mengaktualisasikan dan mengembangkan potensi anggotanya sehingga menghasilkan kader yang mempunyai kualifikasi tertentu dalam penciptaan kader yang berkualitas. Yang diharapkan mampu untuk mengemban dan melanjutkan tugas perjuangan organisasi.

Setiap anggota (kader) yang pernah menjadi bagian dari sejarah lembaga (apapun itu) dan perkaderan itu sendiri (seharusnya) pasti sangat tahu bahwa perkaderan tidak hanya terbatas pada target pembentukan kualitas maba semata, tetapi lebih jauh daripada itu, ada agenda besar yang kemudian memiliki tujuan untuk membina dan membentuk kualitas seluruh anggota dan kadernya menjadi agen-agen yang bermartabat dan memiliki karakter yang kuat sesuai dengan orientasi kelembagaan (mahasiswa ideal).

Namun ironisnya, tidak semua anggota organisasi dapat mengerti dengan benar pengertian diatas. Kondisi ini lebih diperparah lagi dengan perilaku beberapa (oknum) senior yang dulunya adalah seorang “pengkader”, namun tidak mampu mengaktualisasikan fungsi identitas ke-senior-annya -yang katanya telah banyak mengenyam asam garam- dalam organisasi. Oleh karena itu, kita perlu mempertanyakan kembali apakah “beliau” mampu di sebut sebagai “kader” ataukah hanya seseorang yang “numpang lewat” pada proses kaderisasi di jamannya dahulu dan kemudian “tertuduh” menjadi seorang pengkader setelah itu. Bukan main parahnya!!

Tidak ada yang lain selain kita sebagai kerabat HUMAN yang menginginkan tercapainya tujuan organisasi yang di cita-citakan. Organisasi ini akan selalu berada pada stagnasi kelembagaannya ketika kita sendiri tidak mau dan berkeinginan untuk mengubah kondisi itu. Seperti kata filosopi klasik: “Jika kamu tak berubah, maka kamu akan mati”. Pilihannya adalah, kita berubah atau tetap terpenjara dalam kungkungan status quo, lalu mati. Coba saja. Makasih kerabat-kerabatku yang masih menginginkan perubahan. Salam…

(Untuk HUMAN kami)
November 2009

This entry was posted in perkaderan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s